Animator Ajak Anak Muna Tekuni Animasi Sambut Industri 4.0

  • Whatsapp

GATENEWS.ID: MUNA – Bertalenta di bidang animasi bisa dibilang menjanjikan belakangan ini. Apalagi salah satu jenis industri kreatif ini sejalan dengan era industri 4.0 yang sedang digaungkan pemerintah.

Indonesia sendiri bisa dibilang tak kehilangan muka di bidang animasi. Indonesia bahkan disebut-sebut menguasai 30 persen pasar animasi Asia Tenggara.

Oleh sebab itu, para talenta Indonesia tak bisa dipandang sebelah mata. Beberapa bahkan sudah menembus pasar Eropa dan Amerika.

Sejumlah tenaga kreatif dalam negeri sudah terlibat dalam proyek pembuatan film global. Di antaranya, Andre Surya, Michael Reynold Tagore, Rini Triyani Sugianto, Griselda Sastrawinata, Ronny Gani, Marsha Chikita Fawzi, dan Christiawan Lie.

Perkembangan ini jugalah yang menarik minat Awan Ramadhan, animator asal Kabupaten Muna. Menggeluti animasi secara profesional sejak 2013, ia sudah menetaskan banyak karya.

Sejumlah karya yang dihasilkan Pemilih B’theno Creative ini berupa animasi logo opening, layout, vektor, dan animasi karakter.

Dikisahkan Awan kepada GateNews.Id, awal mula dirinya jatuh hati dengan dunia animasi saat kuliah pada salah satu universitas di Bandung tahun 2001. Mengambil jurusan teknik industri, menjadikannya selalu mendapat tugas membuat modeling mesin menggunakan perangkat lunak autocad.

Dari situlah hobi barunya memburu serta mendalami berbagai software berbasis tiga dimensi. Hobi ini pulalah yang mengarahkannya bergabung dengan beberapa komunitas animator Kota Kembang.

“Selain keterampilan menggunakan software, sikap sabar dan pantang menyerahlah yang dibutuhkan untuk bisa menghasilkan sebuah produk animasi,” ungkap Awan yang juga menggeluti dunia fotografi, Jumat (30/8/2019).

Sosok yang juga menekuni bidang aransemen musik ini berharap kelak lahir sejumlah animator dari tanah kelahirannya, Kabupaten Muna.

Dirinya bahkan sudah bersiap untuk menjadikan B’theno Creative sebagai tempat belajar animasi di Kota Raha.

“Saya yakin pasti banyak talenta animasi di Kabupaten Muna, tetapi belum ada tempat representatif yang mewadahi bakat mereka itu,” pungkas Awan.

Laporan: Novrizal R Topa

Pos terkait