Portal Berita Politik, Ekonomi, Hukum, Budaya, Nasional dan Daerah

Berebut Pintu Golkar di Pilkada Konsel, Irham Lebih Berpeluang?

GATENEWS.ID: KENDARI – Partai Golkar tampaknya akan menjadi pemain utama pada Pemilihan Bupati Konawe Selatan (Konsel) periode 2020-2025 nanti. Sebab hingga kini, hanya ada dua bakal calon yang bersaing sengit, yang mana keduanya merupakan kader Partai Golkar. Pertarungan pun mulai tampak sesak perebutan pintu partai.

Dua kandidat yang bakal bertarung seru itu adalah Irham Kalenggo yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Konsel, dan bupati petahana Surunuddin Dangga, Lantas siapakah yang lebih berpeluang? Keduanya masih saling klaim.

Pasalnya, bupati Surunuddin pada Pilkada periode lalu diusung langsung oleh Golkar. Sementara Irham, maju di Pemilu Legislatif 2019 juga melalui partai beringin besutan Presiden RI ke-2, Soeharto, itu. Keduanya pun lama berkader di Golkar.

Saat ini, Golkar menguasai 6 kursi legislatif di DPRD Kabupaten Konsel. Sehingga, hanya butuh 1 kursi koalisi saja untuk dapat mengusung kandidat pasangan bupati dan wakil bupati saat Pilkada September 2020 mendatang.

Saat ditemui, Irham mengklaim lebih berpeluang diusung pada Pilkada nanti, daripada Surunuddin. Sikap optimisnya itu muncul sebab saat ini dia menjabat sebagai Ketua DPD II Partai Golkar di Konsel.

“Intinya saya dan pak Surunudin mempunyai peluang yang sama di Golkar, cuman kelebihan saya sebagai pimpinan partai, sampai saat ini saya masih menunggu keputusan DPP,” kata Irham Kalenggo.

Irham juga mengaku sudah menempuh berbagai upaya untuk mendapatkan dukungan dari akar rumput, yang mana Golkar dikenal mengusung prinsip ‘Suara Rakyat Suara Golkar’. Artinya, kandidat yang paling banyak mendapat dukungan masyarakatlah yang diusung sebagai calon kepala daerah.

“Saya secara pribadi optimis untuk tampil, maju dan memenangkan pertarungan. Hasil komunikasi saya dengan tokoh-tokoh masyarakat selama saya jalan sosialisasi, harus total bertarung,” ujar Irham.

Pada pemilihan legislatif April 2019 lalu, ia mendapatkan lebih dari 5000 suara, mendekati 6000 untuk perolehan pribadinya, Dengan wajib pilih 200 ribu lebih. “Tapi saya tidak bisa berpatokan di situ saja, harus tetap mencari karena beda pemilihan legislatif dengan Pilbup,” tandasnya.

Laporan: Adryan Lusa
Editor: Gugus Suryaman

Leave A Reply

Your email address will not be published.