Cetar-Ku, Kampanye Kolaborasi di Bulan Inklusi

  • Whatsapp
FKIJK Sultra menyepakati tagline bulan inklusi keuangan tahun ini adalah Cetar-Ku, yang digagas dalam coffee Morning, Rabu (3/10/2019). (Foto: dok OJK)

GATENEWS: KENDARI – Bulan Oktober ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai bulan inklusi keuangan (BIK). Tujuannya, untuk mendorong pencapaian peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, terutama kaum muda, sebesar 75 persen pada akhir tahun 2019 sebagaimana tercantum dalam strategi nasional keuangan inklusif (SNKI).

Inklusi keuangan, berdasarkan Peraturan Presiden nomor 82 tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif, adalah sebuah kondisi dimana setiap anggota masyarakat mempunyai akses terhadap berbagai layanan keuangan formal yang berkualitas, tepat waktu, lancar, dan aman dengan biaya terjangkau sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing.

Menyongsong BIK tersebut, OJK, BI, dan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Provinsi Sulawesi Tenggara merancang strategi peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Sultra dalam sebuah agenda coffee morning, Rabu (3/10/2019), di Lantai 15 Hotel Claro Kendari.

Tuan rumah coffee morning FKIJK kali ini adalah BRI Samratulangi yang dipimpin Edy Muthalib, BRI Bypass Kendari dengan pimpinan Wicaksono Hendiko Putro, dan BRI Syariah Kendari di bawah komando Renov Islamy Riza.

FKIJK sendiri merupakan wadah sinergi dan kolaborasi antara perbankan, pasar modal, hingga industri keuangan non Bank seperti lembaga perasuransian, pembiayaan, pergadaian, modal ventura, dana pensiun, BPJS, dan sebagainya di wilayah Sulawesi Tenggara.

FKIJK Sultra menyepakati BIK 2019 mengambil tagline “Carnival of EMAS Sulawesi Tenggara Inklusi Keuangan” atau disingkat Cetar-Ku. EMAS atau “Ekonomi Masyarakat Aman dan Sejahtera” merupakan tema dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Tema spesial dalam coffee morning hari ini bertujuan sebagai bagian aksi gencar mendorong literasi dan inklusi keuangan di Sultra. Sebagaimana bulan Oktober adalah bulan yang ditetapkan sebagai Bulan Inklusi Keuangan (BIK),” terang Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tenggara, M. Fredly Nasution dalam rilis pers yang diterima, Rabu (3/10/2019) siang.

Dalam paparan OJK yang dibawakan oleh Ridhony M. H. Hutasoit, tahun ini BIK dapat diwujudkan melalui empat hal, yaitu program khusus lembaga jasa keuangan seperti diskon, cashback, dan lainnya. Kemudian, penjualan produk/layanan jasa keuangan berinsentif, bisa juga berbentuk business matching, serta kampanye program inklusi keuangan secara masif.

“Fokus target inklusi keuangan tahun ini yaitu pelajar, perempuan, dan UMKM,” papar Ridho.

Karenanya, untuk mencapai target itu, Cetar-Ku akan dilaksanakan dengan dua event puncak. Pertama, Expo dan Seminar Kewirausahaan se-Indonesia Timur yang berkolaborasi dengan Universitas Halu Oleo (UHO), mengusung nama kegiatan “Esku UHO dan Inklusi Keuangan OJK se-Indonesia Timur Tahun 2019”, yang akan dilaksanakan pada tanggal 18 sampai 21 Oktober 2019 di Lapangan Bola dan Auditorium UHO. Kedua, Gowes Literasi dan Inklusi Keuangan (Go-Link) pada 27 Oktober 2019.

Cetar-Ku akan diisi juga berbagai kompetisi bergengsi seperti Duta Inklusi dan Literasi Keuangan Nusantara (DILAN) Awards kategori umum, jurnalis, entitas media, dan pemimpin daerah, lomba business plan dan produk tingkat perguruan tinggi dan SMA, lomba dan parade sepeda hias kategori umum dan pelajar, serta lomba mewarnai/menggambar tingkat TK dan SD.

Selain itu, direncanakan akan ada Kampung Kuliner Inklusi Keuangan (Kampung Kuliner-Ku) selama seminggu dengan pembayaran non tunai yang akan dikelola langsung oleh para pelaku UMKM se-Sultra.

“Info lebih lanjut akan diinformasikan kepada masyarakat melalui perbagai publikasi. Ayo kita bersama dukung acara Cetar-Ku termasuk ikuti lomba-lomba yang ada karena berhadiah total puluhan juta rupiah,” ucap Ridhony kepada wartawan.

Editor: Gugus Suryaman

Pos terkait