Empat Warga dari Zona Merah Covid-19 Didapati Masuk Bombana

  • Whatsapp
Ketgam: Salah Satu Jalur Masuk Wilayah Bombana

GATENEWS – BOMBANA: Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Bombana tengah gencar menghalau pandemi virus Covid-19 tak masuk ke wilayahnya. Hingga hari Minggu, 12 April 2020 sore Bombana baru mencatatkan kasus terberat dengan satu kasus Pasien dalam Pemantauan (PDP). Selebihnya berstatus Orang dalam Pemantauan (ODP) yang terus menurun.

Namun di tengah upaya tersebut, didapati fakta di lapangan empat warga berasal dari Surabaya masuk ke Bombana. Sementara Surabaya sudah ditetapkan sebagai zona merah Covid-19. Mereka diketahui baru saja tiba dari Surabaya dan bekerja di PT Barata Indonesia yang beroperasi di Bombana.

Salah satu warga yang tak ingin disebutkan namanya saat dikonfirmasi melalui telepon membenarkan hal tersebut. “Mereka seperti masuk dengan mudah padahal korban Covid-19 semakin banyak di luar sana,” keluhnya kepada GateNews.Id, Sabtu (11/4/2020).

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Bombana, Heriyanto juga membenarkan keempat orang tersebut memang baru datang di Bombana. “Mereka itu bakal dikarantina mandiri selama 14 hari dan tidak benar kalau mereka langsung bekerja tanpa melalui isolasi mandiri,” terang Heriyanto melalui telepon selulernya kepada GateNews.Id, Sabtu (11/4/2020).

Camat lantari Jaya, Dwi Asmoro yang dikonfirmasi melalui telepon seluler pun membenarkan jika keempatnya merupakan pekerja PT Barata Indonesia. Namun, ia mengklaim keempatnya dalam pemantauan pihak satgas kecamatan selama isolasi mandiri dilakukan.

Dwi Asmoro juga mengaku selama karantina dilakukan, pihaknya tetap berkoordinasi dengan pihak perusahaan tempat mereka bekerja. Ia pun berjanji akan selalu melakukan kontrol terhadap empat pekerja tersebut serta berkoordinasi dengan danramil, kapolsek, dan pihak puskesmas setempat.

“Kami akan melakukan pemantauan secara diam-diam ke perusahan untuk memastikan bkeempat orang pekerja tersebut memang benar-benar melakukan instruksi pemerintah untuk melakukan isolasi mandiri dan jika mereka tidak ditemukan di tempat isolasi sesuai perintah satgas kecamatan akan diberikan sangsi tegas,” katanya.

Untuk diketahui, sebelumnya seluruh pintu masuk dari luar daerah Bombana diperketat setelah beberapa daerah di Sulawesi Tenggara menjadi zona merah Covid-19.

Penulis: Hatamudin
Editor: Andi H

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *