Peluang Bisnis Kaktus yang Menjanjikan di Baubau

  • Whatsapp
La Ode Triad dengan Tanaman Kaktusnya. (Foto Novrizal RTGateNews.Id)

GATENEWS – BAUBAU: Sebagai tanaman khas daerah kering di belahan bumi Barat, bukan berarti kaktus tak dapat dibudidayakan di wilayah Timur.

Oleh karenanya tanaman ini banyak diminati masyarakat, tak terkecuali masyarakat Kota Baubau, Sulawesi Tenggara.

Banyak yang mulai menjadikan tanaman berduri ini sebagai bagian koleksi tanaman hiasnya.

La Ode Triad misalnya yang mengakrabi tanaman yang bisa tahan lama tanpa air ini. Warga Kecamatan Betoambari Kota Baubau ini berbagi cerita kepada GateNews.Id terkait ketertarikannya dengan tanaman yang masuk dalam famili Cactaceae ini.

Tanaman yang baru saja dipamerkannya di festival komunitas kota Baubau bersama ICCN ini bagi Triad selain untuk menyalurkan hobi, juga banyak memberikan berkah penghasilan.

Sejak Ramadhan hingga kini penjualan kaktus hiasnya ini sudah lebih dari 1000 pot yang terjual. Harganya bervariasi dari yang pot kecil dibanderol 25 ribu rupiah hingga yang pot berharga 300 ribu rupiah.

Triad berkisah, awal dirinya jatuh hati dengan kaktus hias bermula ketika sang istri mengandung calon anak mereka yang keempat.

“Sebelumnya kaktus hias ini milik istri saya, karena tidak tega tiap pagi dan sore melihatnya dalam keadaan hamil merawat tanaman kesayangannya, lalu saya menawarkan untuk ambil alih perawatannya,” kata Triad.

Di saat melihat semangat suami yang setia mengurus kaktusnya, sang istri, Intan berdiskusi bersama Triad untuk mulai memperbanyak kaktus kemudian dijual.

Gayung bersambut di antara keduanya, maka Triad yang sehari-harinya berprofesi sebagai kontraktor menyahuti saran istrinya. Di samping itu, aktivitas merawat tanaman kaktus dapat sekaligus selalu di rumah menemani belahan jiwanya menanti kelahiran sang buah hati.

“semangat sekali abi Balqis merawat kaktus, makanya saya tawarkan untuk dijual dan rupanya dia mau”, kata Intan.

Dari situlah, La Ode Triad mencari informasi dan literatur lebih mendalam tentang kaktus. Mulai dari jenis, cara melakukan okulasi yang benar sampai kepada manfaat kaktus yang belum banyak diketahui oleh beberapa orang.

Triad yang juga aktif di Komunitas Pemerhati Budaya Buton menghubungkan beberapa filosofi orang Buton dengan tanaman kaktus. Menurutnya, buah nenas yang menjadi simbol budaya Buton juga merupakan kaktus.

“Nenas simbol budaya Buton adalah sebagai tanaman yang tangguh dan dijadikan simbol pertahanan orang Buton,” jelasnya.

Dikatakan Triad, sebenarnya ada dua tanaman yang menjadi simbol bagi orang Buton, kelapa dan nenas (kaktus). Filosofi nenas yang memiliki kulit kasar, tetapi daging buahnya manis.

Menurut Triad, dalam perawatan kaktus bisa dibilang gampang-gampang susah.

“Gampang karena sebenarnya tanaman ini hanya membutuhkan perawatan yang sederhana dan tidak rutin dan dibilang susah jika kurang memahami sifat dan karakteristik kaktus dengan baik,” jelasnya.

Hal inilah yang menurutnya kerap kali orang melakukan kekeliruan dalam merawat kaktus, bahkan banyak di antaranya yang gagal dalam merawat tanaman ini.

Triad berbagi beberapa cara dalam merawat tanaman kaktus hias. Agar tanaman kaktus hias bisa tumbuh dengan baik perlu diperhatikan penyesuaian media tanam yakni pasir. Sebab kaktus aslinya merupakan tanaman gurun.

“Sebelum bibit kaktus hias ditanam, pastikan tekstur media tanam tersebut terasa remah, tidak padat, dan tidak basah. Tambahkan pasir ke dalam komposisi media tanam sebanyak sepertiga bagian,” jelasnya

Kemudian, penyiraman tanaman kaktus harus diperhatikan. Agar kaktus tetap segar, siram kaktus dengan air secukupnya saja. Kaktus tidak perlu disiram setiap hari. Cukup siram satu kali untuk 3 hari atau bahkan satu kali untuk seminggu. Kaktus yang disiram terlalu sering justru akan lebih mudah membusuk. 

Selain itu, hindarkan kaktus dari paparan sinar matahari langsung agar tak layu.

“Meskipun kaktus merupakan tanaman yang bisa tumbuh di tempat kering dan tandus, sebaiknya kaktus terhalang dari matahari langsung agar tidak mudah layu, kering bahkan mati,” pungkas Triad.

Lapporan: Novrizal R. Topa

Pos terkait