Permintaan Keluarga Mahasiswa yang Tertembak di Kendari kepada Pendemo

  • Whatsapp
Keluarga Yusuf saat berada di kediamannya. (Foto: Andar Y/GateNews.Id)

GATENEWS – KENDARI: Aksi demonstrasi menuntut pengungkapan kasus kematian Randi dan Muhammad Yusuf Qardawi pada unjuk rasa 26 September 2019 lalu masih terus dilakukan mahasiswa di Kendari. Mereka terus mendesak Polda Sultra dan Mabes Polri segera mengungkap pelakunya.

Unjuk rasa yang terus berlangsung di Mapolda Sultra selalu berbuntut ricuh antara mahasiswa dan kepolisian. Kondisi demikian oleh keluarga almarhum Yusuf tak diinginkan.

Bacaan Lainnya

Meski pihak keluarg mengaku tetap mendukung aksi solidaritas mahasiswa, tetapi tak menginginkan aksi dengan kekerasan. Ayah Yusuf, Ramlan mengaku telah mengikhlaskan kepergian anaknya sejak hari pertama pasca insiden.

Dia berpandangan bahwa kematian adalah takdir yang sudah ditetapkan. Makanya, dia tetap percaya proses penyidikan yang sedang dilakukan polisi.

Menurutnya, saat ini kepolisian telah bekerja ekstra dalam melakukan proses penyelidikan dan penyidikan. Misalkan yang dilakukan pada enam oknum polisi yang dikenakan sanksi disiplin.

Baginya proses itu menandakan sedang berjalan hingga hari ini. Ia mengaku tahu bahwa tak hanya penyidikan sanksi disiplin yang dilakukan, tetapi penyidikan tindak pidana umum juga masih dilakukan polisi.

Ramlan mengatakan pada prinsipnya pihik keluarga tetap mendukung tahapan-tahapan polisi dalam kelembagaan menuntaskan kasus tersebut.

Dia mengaku terus mendapat laporan perkembangan penyidikan kasus yang sedang diselidiki.

“Kami mendukung teman-teman mahasiswa yang terus menyuarakan aksi untuk penuntasan kasus. Namun di samping itu juga kami tetap mendukung polisi dalam bekerja,” kata Ramlan saat ditemui di kontrakannya di Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Selasa (29/10/2019).

Suami dari Endang Yulinda ini tetap berharap aksi-aksi yang dilakukan mahasiswa tidak disuarakan secara anarkis, apalagi sampai mengganggu ketertiban umum.

Ditanyakan soal langkah untuk melakukan autopsi, Ramlan mengaku bisa saja mengiyakannya jika penegakkan hukum yang dilakukan tak seperti yang diharapkan. Namun, dia melihat proses penyidikan masih dilakukan.

“Kami juga alhamdulillah, masih diberikan informasi laporan dan perkembangan kasus tersebut,” katanya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Harry Goldenhardt mengatakan proses penyidikan untuk tindak pidana dalam tewasnya Randi dan Yusuf terus dilakukan. Proses uji balistik sedang dilakukan di Belanda untuk mendapat hasil yang ilmiah dan indipenden.

Polda tetap menunggu hasil tersebut dan kemudian melanjutkan penyidikan untuk menentukan siapa pelaku dari penembakan tersebut.

Kabid Humas menuturkan, selain itu adapula enam oknum polisi yang telah dijatuhi sanksi disiplin karena membawa senjata api saat aksi unjuk rasa yang merenggut nyawa Randi dan Yusuf, 26 September 2019 lalu.

“Tetap percayakan pada kami. Intinya, proses tetap berjalan dan kami berharap masalah ini dapat tuntas secepatnya. Uji balistik masih dilakukan,” tegas Kabid Humas.

Laporan: Andar Y

Pos terkait