Pertumbuhan Ekonomi Muna Lambat, Baharuddin Nilai Penggunaan Anggaran Salah

  • Whatsapp
L.M. Baharuddin bersama Pengurus PKB Muna. (Foto: Anuardin/GateNews.Id)

GATENEWS – MUNA: L.M. Baharuddin mengkritik lambatnya pertumbuhan ekonomi Kabupaten Muna di bawah kepemimpinan Rusman Emba. Mantan bupati Muna ini menilai pemerintahan Rusman dalam mengelola APBD cenderung menggunakan pendekatan yang tidak merakyat.

Menurutnya, pembangunan yang dilakukan cenderung pada kegiatan infrastruktur yang tidak berdampak pada laju pertumbuhan ekonomi di kabupaten Muna.

Bacaan Lainnya

Baharuddin menjelaskan, pemerintah pusat telah memberikan sejumlah rambu agar memperhatikan empat hal dalam pemanfaatan anggaran. Keempatnya yakni penetapan anggaran untuk pengentasan kemiskinan, pembangunan harus merata dan diarahkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, pembangunan harus mampu menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan, dan pembangunan yang tidak merusak lingkungan.

“Ini harusnya menjadi kaidah utama pemerintah kalau menggunakan anggaran. Jangan membangun sebuah keindahan tetapi banyak dihuni dengan masyarakat miskin dan kumuh. Kita utamakan dulu kemiskinan, apalagi anggaran pemerintah daerah sangat terbatas, harus kita gunakan secara efektif dan efisien dan tepat sasaran terhadap kebutuhan masyarakat,” terang Baharuddin saat memaparkan visi misinya di Kantor PKB Kabupaten Muna, Kamis, (14/11/2019).

Mantan Ketua DPD PAN Muna ini membandingkan, saat dirinya menjabat sebagai bupati pada tahun 2010, pertumbuhan ekonomi Muna hanya 6,80 persen.

Pada tahun 2011 pertumbuhan ekonomi Kabupaten Muna naik menjadi 7,80 persen. Tahun 2012 pertumbuhan menjadi 7,85 persen, menjelang akhir periodenya di tahun 2014 pertumbuhan ekonomi menjadi 9,33 persen.

“Bila dibandingkan dengan pemerintahan hari ini, pertumbuhan ekonomi kabupaten Muna mengalami penurunan cukup signifikan di angka 5,02 persen,” terangnya.

Ia pun mengungkit masalah angka kemiskinan. Saat pertama menjabat pada tahun 2010, angka kemiskinan mencapai 17,35 persen. Baharuddin mengaku dengan berbagai kebijakannya, angka kemiskinan kabupaten Muna pada tahun 2015 turun menjadi 15,45 persen.

Ia menyoroti pemerintahan Muna saat ini yang dinilainya tidak mampu menekan angka penduduk misikin dan pengangguran di Muna.

Ia pun mengungkit APBD Kabupaten Muna yang angkanya lebih dari 1 triliun rupiah dengan jumlah wilayah hanya 22 kecamatan.

“Tapi coba kita lihat data statistik pertumbuhan ekonomi kita hanya 5 persen lebih,” katanya.

Capaian itu menurutnya tak sebanding dengan yang diraihnya saat menjadi bupati.

“Di zaman saya dulu APBD kita tidak sampai 1 triliun rupiah. Hanya kisaran 600 miliar lebih dengan wilayah besar 33 kecamatan karena saat itu belum mekar Muna Barat, tetapi kita mampu menaikan pertumbuhan ekonomi kita sampai 9,33 persen. Kita mampu menurunkan angka kemiskinan dan angka pengangguran,” terangnya.

Menurutnya, dengan APBD lebih dari satu triliun pertumbuhan ekonomi Muna bisa naik.

“Harus naik, bukan menurun atau jalan di tempat. Angka kemiskinan dan pengangguran kita juga mestinya harus turun. Artinya ada yang salah dalam pemanfaatan APBD kita,” pungkasnya.

Laporan: Anuardin

Pos terkait