Rekrutmen Pendamping BSPS di Sultra Diduga ada Kejanggalan

  • Whatsapp
Rekrutmen Pendamping BSPS di Sultra Diduga ada Kejanggalan

GATENEWS.ID: KENDARI – Proses rekrutmen Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) yang diselenggarakan Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Sultra, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dinilai janggal. Pasalnya mulai dari proses rekrutmen hingga pengumuman kelulusan terkesan dilakukan secara obyektif.

Berdasarkan Surat Edaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tanggal 19 Januari 2021, Nomor: RU.1001-RW/42 meminta kepada Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan yang dibantu oleh Satker Penyediaan Perumahan dan PPK Rumah Swadaya telah membuka kesempatan kerja kepada putra-putri daerah Sulawesi Tenggara untuk menjadi tenaga pekerja pada program dimaksud meliputi, Tenaga Ahli (TA), Koordinator Kabupaten (Korkab), dan Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) untuk mengisi kuota sesuai kebutuhan wilayah.

Lembaga Pemerhati Ketenagakerjaan Sulawesi Tenggara (Lepnaker Sultra) melalui Koordinator Bidang Pemberdayaan Tenaga Kerja Nyondris Puamalo menilai, model rekrutmen tersebut diduga cacat administrasi.

Mestinya Informasi rekrutmen hingga pengumuman kelulusan harus diumumkan ke publik. Namun faktanya informasi tersebut terkesan disembunyikan dan hanya bisa diakses orang-orang tertentu di internal Satker SNVT, misalnya pengumuman kelulusan disampaikan melalui pesan WhatsApp kepada peserta yang dinyatakan lulus tanpa diumumkan ke publik. Sehingga model rekrutmen ini kata Nyondris, dianggap tidak sesuai juknis Kementerian PUPR.

Dilansir dari beberapa sumber bahwa ada beberapa calon pendamping yang diundang untuk mengikuti pembekalan di salah satu Hotel dikota Kendari, namun sesampainya di Kendari yang bersangkutan hilang dari daftar nama peserta pembekalan. Hal ini diakibatkan adanya rekomendasi nama-nama dari oknum tertentu untuk menjadi tenaga fasilitator,” Jelas Nyondris, Rabu (17/2/2021).

“Awalnya saya sudah dijanjikan lulus dan dipastikan mengikuti pembekalan. Namun karena informasi pembekalan selalu tertunda beberapa kali, itulah sebabnya nama saya tergeser. Alasan lainnya karena ada deretan nama yang direkomendasi oleh pihak tertentu”, kata salah seorang korban yang enggan dimediakan namanya.

Nyondris Puamalo juga menyayangkan, proses rekrutmen ini cacat prosedural dan tidak objektif. Jika model rekrutmennya seperti ini, sama halnya tidak membuka kesempatan kerja kepada orang yang memiliki kompetensi dibidang pendampingan.

Atas peristiwa ini, pihaknya akan melayangkan surat ke Kementerian PUPR agar membatalkan Surat Keputusan terhadap nama-nama yang dinyatakan lulus oleh panitia seleksi. Ia juga meminta kepada Ombudman Sultra, Kejati Sultra, dan Polda Sultra untuk memeriksa panitia seleksi rekrutmen TFL, “Ujar Nyondris.

Praktek nepotisme harus dihilangkan di negeri ini. Berikanlah kesempatan seluas-luasnya kepada anak daerah yang memiliki sumber daya dan pengalaman dengan berkompetisi secara sehat. Bukan sesuai keinginan atau rekomendasi dari pihak tertentu untuk menjadi tenaga pendamping pada program ini.

Budaya seperti itu harus dibumi hanguskan di Negri ini,”Tutup Nyondris”.

Media ini sudah mencoba mengkonfirmasi ke pihak Satker SNVT di kantornya di kawasan Citraland Kendari, namun hingga berita ini ditayangkan, tidak ada satupun pihak Satker yang bersedia memberikan komentar.

Laporan: Tim Redaksi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *