Rencana Investasi Rp200 Triliun PT. Tri S Jaya untuk Perikanan dan Pariwisata Sultra, Tersebar pada Lima Daerah

  • Whatsapp
Pemaparan PT. Tri S Jaya pada sejumlah media di Kendari, Sabtu (16/11/2019). (Foto: dok/GATENEWS.ID)

GATENEWS.ID: KENDARI – Sektor perikanan dan kelautan termasuk pariwisata, sejauh ini belum mendapat prioritas investasi pembangunan di Provinsi Sulawesi Tenggara. Padahal potensi pendapatan dari industri ini diprediksi mampu memberikan kesejahteraan merata pada semua lapisan masyarakat. Apalagi Sultra dikelilingi kawasan laut seluas 65 persen dari total luas wilayah 148 ribu kilometer persegi.

Baru-baru ini, sebuah perusahaan berbasis lokal yang disokong investasi dari Yayasan Tri Suri Anggoro, yakni PT. Sinar Samudera Sultra Jaya (Tri S Jaya), mengumumkan akan menggarap sektor tersebut dengan target anggaran hingga Rp200 triliun. Tersebar di lima daerah, yakni Kabupaten Wakatobi Rp54, 2 triliun, Muna Barat Rp30,5 triliun, Konawe Selatan Rp25,5 triliun, Konawe Kepulauan Rp36,4 triliun, dan Kota Kendari Rp53,4 triliun.

Nilai fantastis itu, menurut penjelasan direktur utama perusahaan, Dwi Bramancho saat pemaparan kepada media di salah satu warung kopi di Kendari, Sabtu (16/11/2019), untuk pembangunan industri perikanan, pembangunan tambak udang, karamba apung, hingga pengembangan kawasan pariwisata dan pembangunan bandara kargo untuk keperluan ekspor impor kebutuhan terutama hasil produksi.

Dirut PT. Tri S Jaya, Dwi Bramancho bersama Dirops Hendra Diannan Jaya.

“Rencana besar ini InsyaAllah akan dimulai akhir tahun 2019, sesuai kontrak dengan investor. Dalam tiga tahun pertama, kita fokus pada pembangunan infrastruktur, perizinan, dan rekruitmen hingga 5000 tengah kerja. Kalau semuanya berjalan, kita membutuhkan sekitar 60 ribu sampai 70 ribu tenaga kerja lokal. Mulai dari buruh sampai profesional,” papar Dwi Bramancho didampingi para komisaris, para direksi hingga jajaran manager wilayah.

Diklaim, investasi ini akan menjadi solusi persoalan pengangguran yang kini menurut data BPS 2019 mencapai 38 ribu orang, dan akan meningkatkan pendapatan daerah lebih besar tidak hanya di wilayah industri, tapi skala provinsi Sultra.

Pemaparan PT. Tri S Jaya pada sejumlah media di Kendari, Sabtu (16/11/2019). (Foto: dok/GATENEWS.ID)

Menurut Direktur Operasional, Hendra Diannan Jaya, pihaknya akan membangun bandara untuk pesawat kargo yang bisa direct flight internasional serta dapat menampung Airbus A330, juga memperluas Bandara Matahora Wakatobi. Ini diperlukan untuk ekspor hasil perikanan ke Jepang, China, Panama dan Qatar.

“Estimasi kita, tahun keempat sudah bisa operasi penuh setelah dua tahun pembangunan dan satu tahun masa persiapan. Sesuai perhitungan kita, pengembalian sangat cepat. Tapi karena kontrak dengan investor 15 tahun, maka kami menyesuaikan,” ucap Hendra, mantan pimpinan di salah satu maskapai ini.

Pihak perusahaan juga mengaku akan memberdayakan nelayan lokal serta penambak yang sudah produksi. Para nelayan akan diberi bantuan alat perikanan yang hasilnya juga akan dibeli oleh perusahaan Tri Sandya Jaya. Bahkan Dirut Dwi Bramancho menyebut, para penambak di beberapa wilayah industrinya sudah mengaku akan menjual tambaknya kepada perusahaan dan siap bekerja sebagai karyawan.

Pihak perusahaan merencakan akan memberi fasilitas kepada karyawan berupa, gaji UMR, perumahan, kesehatan, hingga pendidikan. Bahkan rekrutmen karyawan, bisa mempekerjakan sampai jenjang tak berpendidikan.

Saat ini, proses tahapan sudah sampai pada penjajakan pemerintah daerah untuk mendapat dukungan perizinan termasuk penyiapan wilayah untuk kawasan industri.

Editor: Gugus Suryaman

Pos terkait