Reses di Konsel, Rasyid: Kita Harus Mengerti Pikiran Generasi Muda

  • Whatsapp
Reses masa sidang I tahun 2020 anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara

GATENEWES-KONAWE SELATAN: Reses masa sidang I tahun 2020 anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara sedang berjalan. Para anggota legislatif tengah blusukan ke masyarakat di daerah pemilihannya masing-masing sejak tanggal 3-12 Februari. Menyerap aspirasi, menerima usulan, termasuk menyampaikan progres kerjanya selama mewakili mereka di dewan perwakilan rakyat daerah.

Berbagai keluhan, ide, permintaan, hingga informasi terkini dari masyarakat, menjadi bahan bagi para legislator untuk menjalankan tugas dan fungsinya di parlemen selama masa jabatan 2019-2024, yakni fungsi legislasi, anggaran dan kontrol bagi pemerintah daerah. Mereka pun wajib menyampaikan perkembangan teranyar di pemerintahan maupun di parlemen sendiri, yang akan berdampak pada masyarakat.

Salah satu legislator dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari Dapil Konawe Selatan-Bombana, Rasyid, melakukan reses di tiga kecamatan, yakni Laeya, Andoolo, dan Lalembu. Aleg dua periode ini bertemu beragam komunitas masyarakat, mulai dari ibu-ibu majelis taklim, pengurus partai, simpatisan hingga generasi muda Konawe Selatan.

Di Laeya, Ketua Fraksi PKS DPRD Sultra ini menyerap aspirasi para pengurus Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) yang kebanyakan emak-emak. Mereka mengusulkan beragam permintaan. Mulai dari infrastruktur jalan, jembatan, sarana dan prasarana pertanian, hingga peralatan ibadah dan seragam majelis taklim, termasuk peralatan qasidah.

Tak jauh berbeda dengan di Kecamatan Lalembu dan Andoolo, mantan Aleg DPRD Konsel ini juga menerima berbagai proposal. Pembangunan jalan usaha tani, bibit pertanian, upaya perbaikan ekonomi, dan sebagainya. Sementara warga Torobulu, meminta dibuatkan tower penampungan air untuk disalurkan kepada penduduk setempat yang mana ini menjadi kebutuhan dasar mereka sejak Konsel belum mekar dari Kabupaten Konawe. Ada juga kebutuhan perpipaan yang sangat mendesak. Juga permintaan bibit jagung bagi petani.

“Ini kita bantu mediasi lewat institusi terkait. Insyaallah beberapa hal akan terealisasi di tahun 2020,” ungkap politisi yang digadang-gadang bertarung di Pilkada Konsel 2020 ini.

Beberapa bantuan yang akan disalurkan itu diantaranya kebutuhan masjid, alat-alat perbengkelan, kelistrikan, hingga peralatan pertanian seperti traktor. Semua akan tersalur tahun ini, tinggal menunggu surat keterangan penyerahan hibah gubernur melalui kelompok-kelompok yang sudah ada. Termasuk beasiswa bagi putra-putri terbaik Sulawesi Tenggara khusus asal Konsel.

“Semua sudah dianggarkan sejak tahun 2019 melalui APBD,” kata Rasyid.

Kepada para generasi muda millenial, ia bertukar pikiran mengenai fungsi, kewenangan dan tugas DPRD. Hal itu disampaikan saat reses dengan para kader dan simpatisan PKS, serta pemuda Konsel di Andoolo dalam sebuah training orientasi partai.

“Saya menemukan bahwa masyarakat begitu rindu perhatian pemerintah terhadap mereka. Mereka butuh sekali diskusi-diskusi. Makanya nanti kita akan buat kegiatan semacam ngopi bareng begitu, duduk mendengarkan aspirasi, diskusi politik dan lain-lain. Ini permintaan generasi muda usia 20 tahunan. Nanti kita bentuk PKS muda tiap kecamatan sebagai lokomotifnya,” papar legislator bergaya millennial ini.

Ruang diskusi seperti ini, kata dia, sangat diperlukan untuk menjawab apa yang menjadi tantangan di era keterbukaan informasi, keleluasaan ketenagakerjaan dan digitalisasi. Anak muda butuh diskusi yang panjang, bimbingan, serta ruang untuk menyatukan persepsi.

“Kita yang umur tengah-tengah ini kan harus bisa mengerti apa sebenarnya isi pikiran generasi muda, apa kebutuhan mereka. Mereka juga sempat tanya, bagaimana kalau saya maju (calon bupati) ke depan, saya bilang tergantung struktur partai, saya mengikut,” terang alumni Universitas Halu Oleo Kendari ini.

Editor: Gugus Suryaman

Pos terkait