Restrukturisasi Dampak Covid Tak Berlaku, Pengusaha Rental Adukan Leasing ke DPRD

  • Whatsapp
Anggota DPRD Provinsi Sultra, Rasyid, menerima para pengusaha rental yang mengadukan leasing terkait tak berlakunya kebijakan restrukturisasi di selasar gedung sekretariat fraksi. (Foto: Gugus Suryaman/GN)

GATENEWS.ID: KENDARI – Dampak Covid 19 benar-benar dirasakan masyarakat secara Sulawesi Tenggara. Tak hanya pekerja, pengusaha mandiri pun sangat keteteran. Nyaris lumpuh.

Pemerintah pusat dan daerah yang berupaya menangani dampak pandemi ini secara massif tampaknya tak cukup memberi efek ekonomi. Kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat yang diturunkan ke daerah, tak sepenuhnya berlaku. Bahkan mengalami ketimpangan di lapangan. Baik pembagian sembako, maupun kebijakan restrukturisasi pembiayaan.

Senin (4/5/2020) siang, puluhan pengusaha rental mobil mendatangi DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara untuk mengadukan kondisi yang dialami. Dengan mengenakan masker, kelompok yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Grab dan Rental Mobil Kendari ini menyampaikan beberapa tuntutannya kepada DPRD, agar menginstruksikan Otoritas Jasa Keuangan menertibkan perusahaan pembiayaan yang tak mengindahkan kebijakan restrukturisasi.

Pertama, para pengusaha rental mobil meminta perusahaan pembiayaan atau leasing menurunkan suku bunga bagi kredit mereka. Kedua, ada perpanjangan jangka waktu cicilan. Ketiga pengurangan tunggakan pokok, keempat pengurangan tunggakan bunga. Kelima pihak leasing memberi penambahan fasilitas kredit atau pembiayaan, dan keenam, ada kebijakan konversi kredit/pembiayaan menjadi penyertaan modal sementara kepada pihak pengusaha rental.

Ketua asosiasi, La Ode Usaha mengungkapkan, pihak finance tak memberi restrukturisasi sebagaimana arahan presiden yang dikeluarkan melalui edaran OJK pusat, untuk memberi keringanan kepada debitur atau nasabah yang terkena dampak Covid19 baik langsung maupun tidak langsung.

“Kami sudah datangi pihak leasing secara langsung, kebijakannya beda-beda. Tapi tidak memberi restrukturisasi. Ada yang minta bunga dibayar di depan, tapi di akhir bulan minta lagi. Ada juga yang tetap meminta angsuran dan denda. Sementara mobil tidak jalan karena lockdown. Kita masih mau bayar bunga, tapi tolong diundur,” beber La Ode Usaha kepada anggota DPRD Sultra yang menerima mereka.

Anggota Komisi II DPRD Sultra dari Fraksi PKS, Rasyid, menerima para pengusaha rental mobil ini dengan duduk bersila di selasar gedung fraksi. Tuntutan diterima secara langsung dengan tetap mematuhi aturan pencegahan penularan Corona.

Rasyid mengaku memahami kondisi yang dialami para pengusaha rental ini. Sebab kata dia, secara pribadi juga merasakan kondisi yang sama. Kredit usahanya juga terkena langsung dampak Covid sehingga angsurannya di bank ikut tersendat.

“Kita akan undang asosiasi pembiayaan, OJK, BI, dan teman-teman pengusaha rental ini untuk kita dudukkan bersama cari solusi terbaik secara bersama-sama. Paling lambat pekan depan akan kita lakukan hearing,” tegas politikus Konawe Selatan yang digadang-gadang maju di bursa Pilkada 2020 ini.

Editor: Gugus Suryaman

Pos terkait