Ribut LKPj Konkep, Wabup dan Sekwan Serang Politisi PKS

  • Whatsapp
Andi Muhammad Lutfi

GATENEWS – LANGARA: Wakil Bupati Kabupaten Konawe Kepulauan, Andi Muhammad Lutfi, kembali angkat bicara terkait komentar Abdul Rahman yang menyuruhnya belajar mengenai aturan perlu tidaknya LKPj dibahas di DPRD.

Menurut Lutfi, Abdul Rahman yang seharusnya memahami aturan sebenarnya mengenai LKPj karena pernyataan politisi PKS tersebut dianggap tidak kuat.

Bacaan Lainnya

Lutfi mengurai berdasarkan Peraturan Pemerintah, Nomor 3 tahun 2007 yang menjelaskan mengenai dokumen LKPj setelah diserahkan ke DPRD dengan tenggat waktu yang telah ditentukan selama 30 hari kalender, apabila tidak ditanggapi sejak diterimanya dokumen LKPj itu maka dianggap secara otomatis disepakati oleh DPRD.

Lutfi mengaku sudah lebih dulu tahu dan paham aturan tentang LKPj ini sebelum Abdul Rahman menyuruhnya belajar.

“Kan jelas aturannya berdasarkan Pasal 23 ayat (6) PP Nomor 3 tahun 2007, itu aturanya yang harus dipahami,” jelasnya kepada GateNews.Id, Jumat (27/09/2019).

Ia pun mengaku tak ingin mencari siapa yang benar dan salah dalam “balas pantunnya” dengan Rahman.

“Silahkan ditanya anggota dewan yang lain atau yang mengerti tentang hal tersebut. Saya tidak ingin mempersoalkan siapa yang benar dan yang salah tapi minimal tidak ini sebagai pencerahan kepada masyarakat siapa sebenarnya yang tidak benar, saya atau pihak lain,” katanya.

Menurut Lutfi, berbeda dengan pihaknya yang memahami aturan, ia menganggap Rahman tak bisa membedakan antara LKPj dan LKPD.

“Sebenarnya ada masukan untuk menggabungkan LKPj LKPD ini. Pada dasarnya dua dokumen ini sama tapi kami dari pihak pemerintah dua dokumen ini berbeda LKPj sumbernya dari Bappeda dan LKPD sumbernya dari keuangan,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris DPRD Konkep, Muhammad Rijal, menganggap pernyataan Abdul Rahman tidak benar terkait pihaknya menyembunyikan dokumen LKPj.

“Kami dari sekertariat tidak pernah mengatakan dokumen tersebut masih diamankan, jadi tidak benar itu kalau begitu komentarnya Pak Rahman,” belanya.

Laporan: Aldi Darmawan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *