Rusman Emba Dinilai Bohongi Masyarakat Walengkabola, Soal Air Bersih di Watopute

  • Whatsapp
Rusman Emba Dinilai Bohongi Masyarakat Walengkabola, Soal Air Bersih di Watopute

MUNA – Juru Bicara (Jubir) Calon Bupati dan Wakil Bupati Muna Laode M Rajiun Tumada – La Pili (RaPi) Wahidin Kusuma Putra menilai Rusman Emba membohongi masyarakat Desa Walengkabola, kecamatan Tongkuno soal ketersedian air bersih di kecamatan Watopute

Wahidin menuturkan kampanye Calon Bupati (Cabup) Rusman Emba di Desa Walengkabola pada 24 Oktober 2020 lalu, menyampaikan bahwa pihaknya sukses membangun sarana air bersih di Kecamatan Watopute.

“Klaim Rusman ini berbanding terbalik dengan kondisi yang ada. Buktinya, hingga detik ini warga Kecamatan Watopute masih membeli air. Artinya Rusman dapat disimpulkan telah membohongi masyarakat Desa Walengkabola,” terangnya.

“Kalau statement pemimpin menyebarkan kebohongan kepada publik maka disisi etika tidak bagus”, nialinya.

Wahidin mengatakan bahwa tidak etis bagi seorang pemimpin menyampaikan informasi kebohongan kepada rakyat, harusnya yang disampaikan itu sesuai realitas atau memberikan janji yang obyektif.

“Kampanye seperti ini tidak terpuji, jadi sebaiknya kita pilih pemimpin yang dibicarakan sesuai fakta dilapangan”. Tegasnya.

“Poin pertama seorang pemimpin yang dilihat adalah integritas. Kalau integritas sudah diragukan pelan-pelan kepercayaan masyarakat akan hilang bersama waktu,” jelasnya.

“RaPi dalam kampanyenya, yaitu memperlihatkan capaian selama mempimpin di Muna Barat dan itu terbukti”, ungkap Wahidin

” Selain itu setiap kampanye memperlihatkan program program apa saja yang akan di lakukan saat akan memimpin Muna kedepan”, akhirnya

Ditemui terpisah salah satu masyarakat di Kelurahan Wali yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan bahwa sampai saat ini mereka masih membeli air untul kebutuhan sehari hari.

” Kita masih beli air pak, untuk keperluan masak, mencuci dan kebutuhan lainnya, belum ada aliran air dari pemerintah”. Jelasnya

” Saya harap kepada pihak terkait agar secepatnya mengusakan kebutuhan air untuk kami, karena kami sangat berat harus membeli air 60 ribu untuk satu tower, dan itupun tidak sampai seminggu”, keluhnya.

Editor : Adryan

Pos terkait