Tahapan Seleksi Sekda Bombana Disorot

  • Whatsapp
Agustamin Saleko

GATENEWS – BOMBANA: Sejak pertengahan Februari 2020 lalu, seleksi pejabat eselon II untuk mengisi jabatan Sekda Bombana telah dimulai. Tercatat enam pejabat yang mengikuti tahapan seleksi setelah lolos secara administrasi.

Dikutip dari antaranews.com, enam peserta seleksi yakni Man Arfa, Asis Fair, Sunandar, Alimudin, Pajawa Tarika, dan Basiran merupakan sederet nama yang berebut kursi Sekda Bombana.

Namun, hingga menjelang akhir Mei 2020 belum ada nama yang ditetapkan dari hasil seleksi tersebut. Panitia Seleksi Terbuka JPT Pratama Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana dianggap tidak konsisten menjalankan tahapan seleksi.

Pasalnya sejak tahapan seleksi awal hingga pengumuman hasil seleksi selalu mengalami penundaan dan sampai berita ini diterbitkan jabatan Sekda Bombana belum ada kejelasan.

“Panitia ini tidak konsisten, mulai tahapan pertama seleksi hanya seleksi administrasi yang tepat waktu, selanjutnya selalu diundur atau dipindahkan tempatnya,” ungkap salah satu aktivis Bombana, Agustamin Saleko kepada GateNews.Id, Kamis (28/5/2020).

Tahapan seleksi Sekda Bombana lalu dimulai diawali dari seleksi administrasi, lalu dilakukan penilaian kompetensi melalui assesment centre.

Dilanjutkan dengan tahapan penulisan makalah, penelusuran rekam jejak, dan wawancara tim seleksi serta diakhiri wawancara dengan PPK/Bupati Bombana.

Menurut sekretaris Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Bombana itu, dari keseluruhan tahapan tersebut telah usai dilaksanakan dan semestinya tidak ada lagi kendala yang menghambat terpilihnya pejabat yang akan menduduki jabatan tersebut.

“Setiap tahapan mengalami perubahan waktu pelaksanaan maupun waktu diumumkannya hasil seleksi. Bahkan jadwal seleksi pun mengalami perubahan melalui nomor 12/JPTP/II/2020, sehingga semestinya pada awal Maret sudah ada sekda definitif untuk Bombana. Namun, adanya perubahan jadwal, maka seleksi menyeberang bulan Maret yang berakhir hingga tangal 27 Maret 2020,” terang sekretaris Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI).

Menurutnya, jika merujuk pada tahapan yang dikeluarkan panitia seleksi, maka seharusnya bulan April lalu sudah harus jelas hasil kerja tim seleksi dalam menentukan sekda terpilih.

“Terlalu lama menentukan siapa Sekda Bombana atau jangan sampai dengan molornya tahapan seleksi sekda ini juga ada permainan di dalamnya hingga tidak dipercaya hasil kerja tim assesment.” kesal Agustamin

Laporan: Hatamudin
Editor: Andi Hasman

Pos terkait