Tim Pengabdian Masyarakat FK UHO Tingkatkan Kesehatan Murid SD di Ranomeeto

  • Whatsapp
Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran UHO
Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran UHO memeriksa kesehatan para murid SD di Ranomeeto. (Foto: dok/GATENEWS.ID)

GATENEWS.ID: KENDARI – Anak usia sekolah merupakan kelompok usia yang kritis, karena pada masa tersebut seorang anak rentan terhadap masalah kesehatan. Biasanya, pola makan yang tidak sehat menjadi penyebabnya. Makanan yang dijual di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal belum semua memenuhi standar kesehatan. Sayangnya, anak-anak sangat menyukainya.

Kebiasaan jajan sembarang dan mengkonsumsi makanan tanpa melihat kandungan gizi dan kebersihannya, serta kurangnya pemahaman tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada anak tersebut, menarik perhatian Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo (UHO) untuk melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat di salah satu sekolah dasar di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.

Tim PPM yang terdiri dari dr. Indria Hafizah M.Biomed, drg. Sulastrianah M.Kes, Tien, S.Si., M.Sc., dan Pranita Aritrina, Si.Si., M.Sc, melaksanakan program Peningkatan Kualitas Kesehatan Anak Usia Sekolah Dasar selama enam pekan, pada September sampai Oktober 2019, dengan sasaran murid SDN 08 Ranomeeto, Desa Amokuni Kecamatan Ranomeeto Barat, Konsel.

Menurut tim PPM FK UHO itu, murid SDN 08 Ranomeeto memiliki kualitas kesehatan yang rendah, serta rentan terpapar jajanan yang tidak sehat. Sehingga dapat mempengaruhi pola makan anak dan menimbulkan malnutrisi, juga kurang memperhatikan kebersihan dirinya. Maka dianggap perlu dilakukan pemeriksaan dan penyuluhan mengenai PHBS yang akan menambah pengetahuan dan merubah perilaku mereka.

Kabar baiknya, anak usia SD berada pada kondisi yang sangat peka terhadap stimulus sehingga mudah dibimbing, diarahkan, dan ditanamkan kebiasaan-kebiasaan yang baik, termasuk kebiasaan berperilaku hidup bersih dan sehat. Pada umumnya, anak-anak seusia ini juga memiliki sifat selalu ingin menyampaikan apa yang diterima dan diketahuinya dari orang lain.

Fakultas Kedokteran,UHO

Ketua tim, dr. Indria Hafizah, memaparkan, program dilaksankan dalam tiga tahap. Pertama, dilakukan survey lokasi pada 11 September 2019 untuk mengetahui masalah, agar sasaran kegiatan tercapai dan membawa manfaat. Kedua, dilakukan pemeriksaan status gizi dan kecacingan pada 14 September 2019, dengan pengukuran tinggi badan, berat badan, kecacingan dan hemoglobin. Selain itu, juga dilakukan pemeriksaan ketajaman penglihatan, visus, buta warna, dan golongan darah. Ketiga, pemeriksaan gigi dan mulut pada 10 Oktober 2019. Parameter yang diukur adalah keadaan rongga mulut, kondisi gigi, dan keadaan gusi, kebersihan gigi, dan kondisi lainnya.

Dokter Indria sendiri melakukan penyuluhan PHBS dan pola makan sehat, serta pemeriksaan personal hygiene. Sementara drg. Sulastrianah, memberi penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut. Tien bersama Pranita Aritrina, memeriksa tinggi badan, berat badan, hemoglobin, kecacingan, dan personal hygiene.

Jumlah murid yang terlibat pada kegiatan ini adalah 52 orang terdiri dari kelas I sampai VI, dengan laki-laki sebanyak 24 orang dan perempuan 28 orang.

Sebagian besar anak di SDN 08 Ranomeeto secara umum status gizinya normal, walaupun ada beberapa yang dengan status gizi kurang maupun lebih. Asupan makanan yang baik dan seimbang tentunya sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak apalagi anak usia sekolah dasar baik laki-laki maupun perempuan.

“Faktor lain yang juga dapat berpengaruh terhadap asupan makanan dan status gizi anak sekolah dasar adalah kebiasaan sarapan pagi dan mengonsumsi jajanan di sekolah. Perlu adanya perhatian khusus untuk kedua hal ini agar tercapai keseimbangan gizi yang baik untuk menunjang proses belajar di sekolah,” kata dokter Indria, Senin (2/12/2019).

Pada pemeriksaan buta warna, hasilnya menunjukkan tidak ditemukan ada kelainan tersebut baik pada laki-laki maupun perempuan. Sementara hasil pemeriksaan golongan darah, ditemukan golongan darah A sebanyak 19 orang, golongan darah B 6 orang, golongan darah AB 2 orang dan golongan darah O sebanyak 25 orang.

“Pemeriksaan golongan darah ini sebaiknya memang dilakukan sejak dini mengingat banyak manfaat dengan mengetahui golongan darah baik manfaat untuk kesehatan, terapi, maupun pekerjaan di masa depan,” jelas dokter Indira.

Hasil pemeriksaan kadar hemoglobin, masih terdapat banyak siswa yang kadar hemoglobinnya rendah. Olehnya itu sangat penting untuk memberikan asupan makanan yang kaya akan zat besi dan mengurangi jenis makanan yang mungkin saja dapat mempengaruhi penyerapan zat besi ini misalnya teh atau kopi.

Untuk diketahui, Desa Amokuni terletak di Kecamatan Ranomeeto Barat Kabupaten Konawe Selatan. Desa ini satu-satunya wilayah yang dialiri sungai di Ranomeeto Barat, sehingga memiliki potensi pertanian terbaik. Luas Desa Amokuni kurang lebih 900 hektar dengan jumlah penduduk sebanyak 144 KK, terdiri atas 289 orang laki-laki dan 294 orang perempuan. Desa ini hanya memiliki 1 Sekolah Dasar, yaitu SDN 08 Ranomeeto.

Editor: Gugus Suryaman

Pos terkait