TNI Siaga Pasca Demo Berujung Maut di Kendari

  • Whatsapp
Suasana Jalan AH Nasution yang Ditutup Massa pada 28 September 2019.

GATENEWS – KENDARI: Pasca bentrokan 26 September 2019 di DPRD Sulawesi Tenggara yang merenggut nyawa dua mahasiswa Universitas Halu Oleo, sejumlah titik di Kendari dijaga TNI.

Sejumlah perempatan yang biasa dijaga polisi lalu lintas, sejak Sabtu (28/9/2019) hingga Senin (30/9/2019) digantikan sejumlah TNI. Di Perempatan MT Haryono-La Ode Hadi mereka tampak sibuk mengatur hilir mudik kendaraan karena lampu lalu lintas dirusak massa pada 26 September 2019.

Bacaan Lainnya

“Saya juga melakukan patroli bersama guna meyakinkan bahwa situasi aman,” kata Pangdam XIV Hasanuddin, Mayor Jenderal TNI Surawahadi di Rujab Gubernur Sultra, Sabtu (28/9/2019).

Selain itu, TNI dikerahkan ke berbagai objek vital seperti SPBU, sejumlah gudang logistik, bank, rumah sakit, dan sarana publik yang ada di Kendari dengan menurunkan ratusan prajurit untuk mengantisipasi gangguan keamanan.

TNI juga berjaga dan membuka blokade di Pertigaan AH Nasution-MT Haryono-HEA Mokodompit yang sejak Jumat (27/9/2019) sore ditutup massa. Sementara akses ke Universitas Halu Oleo melalui pertigaan tersebut hingga Senin (30/9/2019) pukul 08.00 masih ditutup massa.

Beberapa titik di ruas jalan sekitar Pertigaan UHO tersebut juga dipenuhi sisa ban bekas yang dibakar pada Jumat sore hingga malam dan Sabtu pagi. Kondisi tetap terkendali, hanya saja massa melarang siapapun untuk mengambil gambar dan video di lokasi.

Sebelumnya, pada 27 September 2019 Komandan Korem 143/HO, Kolonel Inf Yustinus Nono Yulianto menyiapkan pasukannya di Lapangan Upacara Makorem 143/HO Kota Kendari.

Laporan: Sumartono

Pos terkait