Ungkap Janji Politik Rajiun di Partai, PDIP Muna Barat Disemprot

  • Whatsapp
umar bonte

GATENEWS – KENDARI: Masuknya Rajiun Tumada sebagai calon bupati di kabupaten Muna telah mengundang respon sejumlah pihak. Reaksi semakin menjadi saat bupati Muna Barat tersebut mendaftarkan diri di PDIP Muna pada Senin, 9 September 2019.

Sebagai Bupati Muna Barat hingga 2022, Rajiun dinilai terlalu cepat meninggalkan Bumi Laworo jika maju di Pilkada Muna 2020. Sejumlah janji yang dianggap belum tuntas menjadi alasan Rajiun belum boleh masuk gelanggang politik Muna.

Bacaan Lainnya

Pun demikian terhadap janjinya kepada partai pengusung di Pilkada Muna Barat 2017 lalu. Ketua DPC PDIP Muna Barat, Mahmud membeberkan mahar yang dijanjikan Rajiun saat melamar di partai berlambang banteng itu.

Kepada media Mahmud mengungkap Rajiun yang berjanji menyediakan lahan untuk sekretariat dan membesarkan PDIP di Muna Barat. Mahmud mengaku lahan yang dijanjikan belum direalisasikan Rajiun. Partainya pun diakui berjuang tanpa campur tangan Rajiun di Pileg 2019.

Janji politik Rajiun yang dibongkar Mahmud itu pun mendapat reaksi kreas dari Pengurus DPD PDIP Sulawesi Tenggara, Umar Bonte.

Mahmud dinilai terlalu jauh mencampuri kinerja PDIP Muna dengan mengevaluasi Rajiun sebagai kandidat bakal calon bupati Muna yang mendaftar di partai pemenang nasional pemilu 2019 itu.

“Mahmud jangan goblok, campuri kinerja DPC PDIP Muna. Bicara harusnya lebih beretika. Keluarkan penyataan itu harus cerdas jangan kayak orang mabuk. Goblok sekali kesannya. Belajar di mana Mahmud ini berorganisasi,” kata Umar Bonte dalam rilisnya kepada GateNews.Id, Rabu (11/9/2019).

Menurut Umar, mestinya Mahmud tak membedah di publik kompetensi calon yang mendaftar di PDIP. Sebabnya, ada mekanisme dan tahapan di internal PDIP yang mengatur hal tersebut.

Dengan model Mahmud seperti itu, Umar menilai para calon yang hendak mendaftar di PDIP akan berpikir ulang karena “kartunya” di buka di publik.

“Buat apa buka pendaftaran kalau pada akhirnya harus di telaah di publik. Lama-lama orang bisa takut mendaftar di partai,” katanya.

Umar pun membantah pernyataan Mahmud terkait partainya meminta mahar dalam mengeluarkan rekomendasi dukungan ke calon kepala daerah.

“Bicara soal komitmen Bupati Muna Barat pada DPC PDIP kampungan sekali. Sejak kapan PDIP bicara deal- deal saat keuarkan rekomendasi pencalonan kepala daerah. Jangan jadi ketua partai kalau seperti anak kecil begitu. Kampungan sekali,” kata Umar.

Ia mengancam akan mengusul ke DPP agar Mahmud dipecat sebagai Ketua DPC Muna Barat.

“Gaya gerombolan tidak boleh ada di PDIP. Partai besar kok dipimpin orang kerdil,” tandasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *