Wawonii Tenggara Segera Nikmati Jaringan Internet dan Listrik

  • Whatsapp
Peletakan Batu Pertama Menara BTS di Wawonii Tenggara yang Dilakukan Wakil Bupati Konkep, Andi Muhammad Lutfi. (Foto: Aldi D/GateNews.Id)

GATENEWS-KONAWE KEPULAUN: Warga di Kecamatan Wawonii Tenggara di akhir 2019 bakal menikmati jaringan internet dan listrik. Hal tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama menara Base Transceiver Station (BTS) yang dilakukan Wakil Bupati Konawe Kepulauan, Andi Muhammad Lutfi, Kamis (14/11/2019).

Peletakan batu pertama ini merupakan awal dari pembangunan tiga menara BTS yang terbagi du tiga titik, yakni Site Polara Raya dan Mosolo Raya yang masuk wilayah Kecamatan Wawonii Tenggara. Selain itu, pembangunan menara jaringan ini pula menyentuh Lawey Raya yang masuk wilayah Wawonii Selatan.

Bacaan Lainnya

Pembangunan jaringan telekomunikasi ini masih akan bertambah di akhir 2019 dengan pamasangan di lima titik, yakni Desa Sawaea, Matabaho, Palingi Timur, Noko, dan Nambo Jaya.

“Jadi inilah bukti kerja nyata kami dan bukti bahwa kami ingin bangun daerah ini jauh lebih cepat,” kata Andi Muhammad Lutfi dalam sambutannya.

Andi Lutfi menambahkan, akhir tahun 2019 juga Wawonii Tenggara akan dialiri listrik 24 jam dalam sehari semalam.

Kadis Kominfo Konawe Kepulauan, Jamhur Umirlan mengungkapkan selama kurun waktu tahun 2018 hingga 2019 ini telah terpasang jaringan untuk akses internet di 25 titik. Dari 25 titik itu tersebar di 18 sekolah, 6 Puskesmas, dan satu kantor desa.

Pemda Konkep menargetkan nantinya semua sekolah, puskesmas, dan kantor desa di Pulau Wawonii harus terpasang jaringan akses internet yang anggarannya berasal dari APBN ini.

“Makanya ini semua tergantung kekuatan lobi kita di pusat karena ini bukan dianggarkan oleh APBD Konkep,” tegasnya.

Salah satu tokoh masyarakat, H Arsat Sikaleng dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukurnya.

“Saya mewakili masyarakat Mosolo Raya tak bisa lagi berkata apa-apa selain ucapan syukur kepada Allah SWT dan pemerintah yang sudah mewujudkan pembangunan jaringan. Sebab selama ini kami begituo tertinggal dan susah mengetahui keluarga kami yang jauh di sana,” katanya.

Laporan: Aldi Dermawan

Pos terkait